sandi February 11, 2008 Amazon and Tips
Akhir² ini aku lagi giat belajar jualan. karena gak punya modal, jadinya pilihan jatuh pada dunia persilatan (baca :internet). Jualan di internet, promosi murah, pasar global (hehe kayaknya udah basi ya, maklum kuper).Nah langkah selanjutnya adalah research. Salah satunya adalah meneliti kompetitor kita. Kalau di internet sudah jelas penjual nomor wahid didunia persilatan adalah Amazon.
Gak mungkin bisa ngalahin Amazon, sistem sempurna, barang komplit, dan sudah terkenal sakti mandraguna.
Daripada maksain ngelawan, mending ajakin kerjasama aja. Amazon biar kata sakti mandraguna, gak pelit untuk berbagi ilmu dan duit (jadi makelarnya). Malah Amazon menyediakan fasilitas komplit untuk bisa gabung (afiliasi).
Ayo belajar bersama bikin toko online (studi kasus Amazon). Gurunya tentu saja sang Suhu sakti mandraguna dengan ilmu netpreneurnya yang udah level tinggi, yaitu Mas Isnaini dan Mas Cosa. Nanti banyak link ke blog para Suhu diatas untuk penjelasan detailnya (sekalian minta ijin ya mas
).
1. Tentu saja register dulu jadi member afiliasinya Amazon. Caranya klik disini.
Gak pakek lama, langsung di approve.
2. Setelah daftar ya langsung aja login.
3. Selanjutnya Amazon menyediakan fasilitas komplit di menu Tools (sebelah kiri), diantaranya ialah membuat Link Afiliasi di website kita . Bisa juga pakai fasilitas Amazon widget. Dan kalau mau posting produk Amazon diwebsite/blog kita tinggal bikin link promosi aja.
Semua lengkap, nah amazon punya produk baru (udah agak lama sih
), namanya Amazon aStore.
4. Amazon aStore memungkinkan kita untuk memiliki website sendiri dengan content produk² dari Amazon. Produk sesuai kategori yang kita pilih, atau per jenis barang yang kita inginkan. Klik menu aStore akan menuju halaman Manage your aStores. Silahkan Buat aStore. URlnya akan seperti ini http://astore.amazon.com/tracking-ID. Penjelasan mengenai apa itu Tracking-ID klik disini.
Kita bisa membuat lebih dari satu webstore, ada batasannya atau tidak aku gak tau (aku sudah bikin 3 toko). Setelah itu klik tombol Continue
5. Setelah itu masuk ke halaman Create aStore Pages. Nah mulailah berkreasi membuat toko online sendiri dengan mengklik menu Add Category Page. Silahkan buat tampilan webstore anda dengan fasilitas yang telah disediakan. Kita juga bisa membuat header gambar sendiri, tinggal bikin dan upload. Panduan selanjutnya Amazon menyajikannya dengan jelas, walaupun untuk orang yang kemampuan bahasa Inggrisnya sangat² parah seperti saya
.
6. Kalau semua sudah selesai ada pilihan untuk menampilkan toko online kita berupa Link, frameset atau iframe. Kalau hanya ingin diwebsite kita yang sudah eksis ada menu untuk menuju website toko kita ya pilih Link. Kalau ingin bikin domain sendiri dengan URL sesuka hati (misal tokomakmur.com, silahkan pakai frameset. Kalau ingin menampilkan toko online kita diwebsite kita sayng sudah eksis, ya tinggal pakai iframe. Bagi yang tidak familiar dengan tag HTML, scriptnya sudah disediakan kok sama Amazon, tinggal kopas.
7. Sudah, belajarnya baru sampai disitu, kalau tokonya sudah jadi terus mau diapakan ya? ya dipromosikan. Salah satu cara promosinya klik disini
8. Namanya juga masih belajar, kalau ada salahnya mohon dimaafkan dan semoga bermanfaat. (hasilnya kira² seperti gambar dibawah ini)
Cara bikin link afiliasi ke Amazon
Beberapa blog punyaku di blogger memanfaatkan amazon sebagai afiliasi, kita jual produk amazon dan akan mendapatkan persenan/fee setiap kali ada transaksi pembelian (Pay per Action) . Lumayan, bulan lalu (Juni) aku dapat sekitar $200 lebih.
Ada beberapa pilihan untuk bikin link afiliasi ke amazon, standarnya dari amazon kita login ke account amazon, kemudian build link secara manual untuk menadapatkan produk/banner yang akan kita pasang di web/blog. Yang belum punya account, silahkan daftar dulu, nggak pake di review ama mereka, langsung di terima kok.
Yang penting dari membuat link ke amazon adalah, selalu sertakan ID Amazon kamu, supaya kamu mendapat fee dari produk yang kamu link. Misalnya, aku ingin membuat link ke buku Designing with Web Standards (2nd Edition).
Untuk link afiliasi, kamu bisa menggunakan format URL seperti ini:
http://www.amazon.com/gp/product/ASIN/?tag=IDAMAZON-20
ASIN adalah kode unik masing-masing produk Amazon dan bisa kamu temukan pada halaman produk yang ingin kamu link. Dan IDAMAZON-20 adalah ID Amazon yang kamu dapat ketika kamu mendaftar di Amazon.
http://www.amazon.com/gp/product/0321385551/?tag=15n41n1-20
<a href="http://www.amazon.com/gp/product/0321385551/?tag=15n41n1-20" >Designing with Web Standards (2nd Edition)</a>
Tunggu tutorial berikutnya untuk link menggunakan gambar seperti yang aku pake di Sexy Woman Lingerie
Cara bikin link afiliasi ke Amazon menggunakan gambar
Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Cara bikin link afiliasi ke Amazon (sebaiknya dibaca dulu sebelum mencoba yang ini), sekarang aku bahas cara bikin link ke amazon kalo pake gambar.
Link yang dipake tetap dengan format sebelumnya yaitu: http://www.amazon.com/gp/product/ASIN/?tag=IDAMAZON
dan kode untuk link dengan gambar ke amazon adalah :
<a href="http://www.amazon.com/gp/product/ASIN/?tag=IDAMAZON"><img alt="" src="URLGAMBAR" /></a>
ASIN: Kode unik setiap produk Amazon, ada di masing-masing halaman produk. Khusus untuk buku, kamu bisa pake kode ISBN-10.
IDAMAZON: Id Amazon kamu, biasanya formatnya seperti ini: nama-20
URLGAMBAR: Url/ alamat gambar/image produk.
Untuk URLGAMBAR, kamu bisa langsung pake image yang udah disediakan oleh Amazon. Kalo kamu pake browser Mozilla Firefox, di halaman produk yang ingin kamu link, untuk contoh aku pake produk buku The Zen of CSS Design: Visual Enlightenment for the Web (Voices That Matter), klik kanan pada gambar produk yang ada, pilih Copy Image Location.
Maka kamu akan dapat url seperti ini:
http://ec1.images-amazon.com/images/I/41oIY8vq5uL._AA240_.jpg
Supaya gambarnya besar, kamu hapus pada bagian yang aku tebalin yaitu ._AA240_ dan jadinya seperti ini: http://ec1.images-amazon.com/images/I/41oIY8vq5uL.jpg
Kode lengkapnya adalah:
<a href="http://www.amazon.com/gp/product/0321303474/?tag=15n41n1-20"> <img alt="" src="http://ec1.images-amazon.com/images/I/41oIY8vq5uL.jpg" /></a>
Akan menghasilkan gambar seperti ini:
Kamu bisa mencoba dan “bermain-main” dengan gambar/images dari Amazon dengan melihat yang satu ini.
Amazon Tracking ID
Kalo di Google Adsense ada yang namanya Channel, yaitu Custom Channel dan URL Channel yang bisa kita pake untuk tracking berapa earning yang kita dapat untuk web kita atau lebih spesifik lagi kalo kita pake custom channel, kita bisa ngasih id spesifik untuk mengetahui posisi atau iklan yang mana yang paling cocok atau banyak menghasilkan klik atau earning.
Untuk amazon, mereka menyediakan tracking id untuk mengetahui hal tersebut. secara default biasanya ketika kita daftar, langsung dikasih tracking id dengan format seperti ini, IDAMAZON-20. Untuk keperluan tertentu, misalnya untuk mengetahui berapa yang dihasilkan oleh masing-masing web kita, kamu bisa bikin tracking id tambahan untuk masing-masing web yang kamu punya.
Caranya: Setelah login ke Associates Central, pada bagian Tracking ID di sebelah kiri atas halaman Associates Central, klik link Manage. Pada halaman Manage Your Tracking IDs, klik tombol Add Tracking ID untuk membuka halaman Add a Tracking ID to Your Account, masukkan id unik yang ingin kamu pake untuk web kamu pada bagian Find a tracking ID, kemudian klik tombol Search untuk mengetahui apakan ID tersedia atau tidak, apabila tersedia, maka kamu akan mendapatkan sebuah id baru dengan format, IDBARU-20.
Selalu gunakan idbaru-20 terseebut untuk web yang kamu inginkan. contoh link ke amazon dapat kamu pake seperti tutorial sebelumnya yaitu: http://www.amazon.com/gp/product/ASIN/?tag=IDAMAZON baik untuk gambar maupun text.
Tips Memilih Produk Affiliate Amazon
The following search terms have been highlighted: webstore amazon
Jika Anda, seperti halnya teman saya BrokenCode, sudah mulai tertarik dengan bisnis affiliate setelah membaca artikel saya yang lalu, saya sarankan untuk membaca pula artikel berikut ini, yaitu tips memilik produk affiliate di Amazon yang berpotensi besar untuk didagangkan. Memang sih, saya masih newbie untuk urusan berdagang, juga tidak berguru kepada siapa pun, tetapi berdasarkan pengalaman, tips-tips tersebut sudah terbukti ampuh. Yah setidaknya $29 modal saya sudah berubah menjadi $1000+. Lumayan kan buat pemula?
Pilihlah Produk Best Sellers
Well, jelas kan? Best seller berarti sudah banyak pembelinya, dan kemungkinan besar kita juga bisa ikut mendulang dolar dengan berjualan produk tersebut.
Pilihlah Produk Yang Populer Atau Akan Populer
Populer di sini dalam arti produk tersebut terkenal dan banyak digunakan. Meskipun tidak masuk dalam jajaran best seller, masih besar kemungkinan orang untuk membeli produk tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan produk yang akan populer adalah produk-produk yang baru dirilis atau masih dalam status pre-order (Halo 3 misalnya). Jika produk merupakan upgrade atau versi terbaru dari produk yang sudah pernah ada, perhatikan tingkat popularitas produk sebelumnya. Banyak-banyak pula membaca majalah atau berita tentang produk yang bersangkutan untuk mengetahui prediksi mereka tentang produk baru tersebut.
Contoh gampang, jika Anda jeli, pasti sekarang Anda sudah mengeruk untung besar dari penjualan pre-order buku Harry Potter and The Deathly Hallows. Saya sendiri waktu itu masih tidak begitu berminat dengan affiliate sehingga hanya berhasil menjual 6 buku saja. Bandingkan dengan salah seorang rekan dari AdSense-ID (yang sepertinya tidak mau disebut namanya
) yang sukses menggelontor 400 penjualan pre-order buku tersebut.
Pilihlah Produk Yang Dibuat Oleh Perusahaan Terkenal
Selain lebih menjamin kredibilitas produk, biasanya halaman order Amazon untuk produk yang dibuat oleh perusahaan terkenal memiliki review atau keterangan yang cukup detil, sehingga lebih berprospek bagi pengunjung untuk membeli produk tersebut. Produk-produk Adobe misalnya.
Pilihlah Produk Yang Memiliki Konversi Penjualan Tinggi
Sebagian produk di Amazon memberikan informasi mengenai persentase konversi penjualan. Letaknya di bagian bawah seperti pada gambar berikut ini.
Dari contoh di atas, terlihat bahwa 84% pengunjung yang melihat halaman order tersebut melakukan transaksi pembelian. Berarti, produk tersebut memiliki tingkat konversi penjualan yang cukup baik. Sebaiknya pilihlah produk-produk yang mempunyai tingkat konversi minimal 70%.
Informasi di atas dapat pula dijadikan patokan untuk mempromosikan produk lain. Seperti dapat dilihat pada gambar, 5% dari pengunjung membeli produk Mario Party 8. Ini berarti produk tersebut berpotensi pula untuk kita promosikan dan patut dianalisa.
Pertimbangkan Komisi Penjualan Produk Dengan Biaya Promosi
Tips terakhir, seperti sudah pernah disinggung pada artikel sebelumnya, adalah mengenai perbandingan biaya promosi dengan komisi. Pastikan produk yang Anda jual memiliki komisi yang “lumayan” (relatif) sehingga Anda tetap akan mendapatkan keuntungan meskipun konversi penjualan dari promosi Anda tidak begitu baik.
Selamat berdagang dan semoga sukses